Brendan Rodgers Ungkap Diperlakukan Beda dengan Klopp Saat di Liverpool

Sundulgol.com,makasar – Pelatih Leicester City Brendan Rodgers mengungkap ada beda perlakuan ketika dia menangani Liverpool dengan Juergen Klopp yang saat ini menjadi juru taktik The Reds.
Menurut Rodgers, Liverpool gagal mendukung sepenuhnya di bursa transfer selama dirinya berkuasa di Anfield.

Pelatih berusia 46 tahun itu nyaris membawa Liverpool menuju gelar Liga Primer di musim 2013/2014. The Reds finis kedua di bawah Manchester City dengan selisih dua poin. Saat itu Rodgers dinobatkan sebagai Pelatih Liga Inggris Terbaik Tahun Ini.

baca juga :Manchester United Ungguli Brighton Berkat Gol Bunuh Diri

Namun, Rodgers kemudian dipecat pada Oktober 2015 setelah awal musim yang buruk. Selama waktunya di Liverpool, Rodgers mendatangkan Mamadou Sakho untuk transfer senilai 15 juta pounds (Rp268 miliar), Dejan Lovren untuk 20 juta pounds (Rp358 miliar), Nathaniel Clyne untuk 15 juta pounds dan 9 juta pounds (Rp161 miliar) untuk kiper Simon Mignolet.

Tapi, Rodgers yang kini menangani Leicester City mempertanyakan apakah dia memiliki kualitas pemain bertahan yang dibutuhkan untuk sukses di Anfield. Dia juga menyoroti bahwa Liverpool sejak itu telah menginvestasikan ‘banyak uang’ untuk meningkatkan opsi Jurgen Klopp di lini belakang.

“Saya pikir jika Anda melihat ketika saya berada di Skotlandia (dengan Celtic) kami memiliki rekor bertahan yang baik juga,” kata Rodgers setelah kemenangan 2-0 Leicester City atas Arsenal pada hari Sabtu (9/11/2019), seperti dilansir metro.co.uk.

baca juga :Ajak Rujuk Zaha, Manchester United Siapkan Mahar 70 Juta Pounds

Rodgers menunjukkan Liverpool tidak menandatangani bek yang dia inginkan sebelum masa pemerintahan Jurgen Klopp. “Di Liverpool tentu saja kami sangat bagus untuk maju, Anda bisa bertanya apakah saya memiliki pemain untuk bertahan sebagaimana kami ingin bertahan?”

“Saya pikir sekarang di Liverpool menginvestasikan banyak uang untuk mendapatkan pemain-pemain yang mereka inginkan seperti itu.”

“Di sini, saya mendapat bek tengah level atas di Jonny Evans, pemain muda Caglar (Soyuncu) di sisi Evans yang luar biasa. Kami juga punya penjaga gawang terbaik Eropa.”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *