Alasan Kuat PSSI Menghapus Degradasi di Shopee Liga 1

Sundulgol – Jakarta PSSI memastikan kelanjutan Shopee Liga 1 dan Liga 2 musim ini tanpa sistem degradasi. Kebijakan itu diberlakukan demi menyesuaikan kondisi di tengah pandemi virus corona.

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, khawatir penampilan para kontestan tidak maksimal lantaran harus bertanding dengan segala keterbatasan. Saat Shopee Liga 1 dimulai nanti, setiap tim harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Dengan begitu, PSSI akan menghapus tiga slot degradasi dari Shopee Liga 1 di musim ini, namun kompetisi tetap memerebutkan titel juara.

“Begini, sekarang ada 18 klub. Risiko terburuknya, kalau ada satu klub terpapar virus corona, kompetisi akan berhenti untuk tes COVID-19 dan segala macam. Itu akan menjadi masalah,” kata Iriawan.

 

Degradasi

 

“Kasihan mereka nanti penampilannya tidak akan maksimal. Mungkin akan turun performanya. Kami menjaga itu sebetulnya. Untuk musim berikutnya, kembali ke normal. Mudah-mudahan tidak ada yang terpapar virus corona,” jelas pria yang karib dipanggil Iwan Bule tersebut.

Saat sistem degradasi dihilangkan, namun format promosi dari Liga 2 ke Shopee Liga 1 musim depan tidak berubah. Hanya, jatahnya yang dikurangi dari tiga menjadi dua slot. Artinya, kompetisi kasta teratas Liga Indonesia pada tahun depan akan diikuti oleh 20 klub.

Soal Subsidi Klub

Baca Juga :  Persib Bandung Alami Cedera Jelang Hadapi Madura United

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *