Dulu Singgung Shin Tae-yong, Kini Haruna Disorot Usai Timnas Putri jadi Bulan-bulanan Australia

Ada apa ? Dulu singgung Shin Tae-yong, kini Haruna Soemitro ikut disorot usai Timnas Putri jadi bulan-bulanan Australia Timnas Putri Australia menunjukkan kelasnya kala melawan Timnas Putri Indonesia Jumat kemarin. Tak tanggung-tanggung, Timnas Putri Indonesia jadi bulan-bulanan Australia dengan skor telak 0-18. Kekalahan menyakitkan Timnas Putri Indonesia menyita perhatian pecinta sepak bola Tanah Air. Federasi sepak bola nasional, PSSI tak luput dari kritikan. Tak adanya kompetisi sepak bola putri yang bergulir, dituding jadi salah satu biang kerok Timnas Putri Indonesia jadi bulan-bulanan Australia dengan skor telak 0-18. Bukan hanya PSSI, nama Exco PSSI Haruna Soemitro ikut diseret pasca Timnas Putri Indonesia jadi bulan-bulanan Australia.

Belum lama ini, Haruna Soemitro diketahui mengeritik performa pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong usai gelaran Piala AFF. Bukannya mendapat dukungan, Haruna Soemitro malah mendapat sorotan gegara ulahnya menyorot kinerja Shin Tae-yong. Pecinta sepak bola Indonesia tersentak dengan kekalahan telak Timnas Putri di kancah Piala Asia Wanita 2022 atas Australia. Timnas Putri Indonesia harus mengakui keunggulan Australia dengan skor telak 0-18, Jumat (21/1/2022). Namun, para pecinta sepak bola tak langsung menunjuk ke arah para pemain atau staf pelatih atas kekalahan telak ini. Mereka malah memalingkan pandangan ke arah Exco PSSI, Haruna Soemitro.

Sebagaimana diketahui, Haruna Soemitro sempat membuat heboh dengan ucapannya. Salah satu ucapannya yang mengundang kontroversi adalah yang lebih mementingkan hasil yang diraih timnas daripada proses jangka panjang. Kini, para pecinta sepak bola memanfaatkan pernyataan Haruna Soemitro untuk menyerang balik dirinya. Jamak dijumpai di akun-akun fanspage sepak bola, di mana para penggemar melayangkan kritik kepada PSSI atau Haruna Soemitro. Mereka tak segan langsung me-tag akun media sosial PSSI sebagai upaya agar pendapat mereka didengar.

Tak jarang juga pendapat bernada sarkas juga terlontar dari akar rumput. Kekalahan telak Timnas Putri ini tak bisa dilepaskan dari nihilnya kompetisi sepak bola putri profesional di tanah air. PSSI sejatinya sudah menggulirkan kompetisi serupa pada 2019 lalu. Namun, kompetisi itu terhenti di tahun 2020 dan 2021 karena adanya pandemi Covid-19. Walhasil, banyak pemain Timnas Putri Indonesia yang tak bisa berkompetisi secara profesional. PSSI lebih fokus untuk pengadaan Piala Pertiwi yang diselenggarakan oleh masing-masing Asprov PSSI.

Salah satu alasan PSSI tidak mengadakan kompetisi sepak bola wanita bertajuk seperti Liga 1 lantaran dianggap membebani klub. Hal itu pernah diungkapkan oleh Yunus Nusi yang saat ini masih menjabat sebagai PLT Sekjen PSSI. “Liga 1 putri ini memang tidak ada musim ini. Jadi, kami konsen ke Piala Pertiwi yang akan diselenggarakan oleh Asprov PSSI,” ungkap Yunus Nusi dikutip dari Kompas.com. “Kami tidak mau terlalu membebani klub Liga 1.”

“Sebab, mereka harus juga mengurus tim U20, U18, dan U16 di EPA yang menjadi tanggungan klub Liga 1 juga kan,” sambungnya.