Latihan Spesial Ganda Putra utuk Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019

Jakarta, SundulGol.com – Kurang dari sepekan digulirkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019, Kevin Sanjaya cs menggeber latihan khusus. Apa itu?

Ganda putra Indonesia menggeber latihan sejak pukul pagi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (13/8/2019).

Di sela-sela latihannya, ada hal menarik dalam pola latihan yang diterapkan oleh Herry Iman Pierngadi. Mereka meminta Kevin Cs untuk berlatih dengan formasi unik. Tidak hanya tiga lawan satu atau dua lawan empat orang seperti kebiasaan, tapi formasi tiga lawan tiga.

Baca juga: Klopp Dan Lampard Puji Stephanie Frappart Yang Menjadi Wasit Wanita Di Piala Super Eropa

Herry menjelaskan, pola latihan tiga lawan tiga merupakan trademark dari gaya latihan Indonesia. Konsep itu pun memiliki tujuan berbeda bagi pelatih yang menerapkannya.

“Pola main tiga lawan tiga itu untuk mengasah penempatan bola dan itu tidak semua orang bisa menerapkannya. Contohnya, kalau dua lawan dua lebih lebar, kalau tiga lawan tiga tak bisa memukul bola dengan asal. Depan ada orang, belakang juga ada, jadi mematangkan penempatan bola. Sementara itu, untuk dua lawan empat banyak defense saling serang,” Herry menjelaskan.

Baca Juga :  Barcelona Tutup Tahun 2020 Hanya dengan 99 Gol, Terburuk Sejak 2004

Herry menjelaskan formasi tiga lawan tiga sejatinya meneruskan pola latihan yang biasa dilakukan Christian Hadinata. Hanya saja penerapannya diubah dalam bentuk pola latihan.

“Awal mulanya dulu itu setiap kejuaraan kan pasti lapangannya terbatas. Jatahnya hanya dua lapangan, kalau yang main dua pasang, satu pasangnya lagi menganggur. Nah, pola itu lah yang diikuti pemain dunia, tapi tetap pelopornya Indonesia. Jadi saya kembangkan itu,” sambungnya.

“Sekarang saya buat pola jadi ada aturannya depan tak boleh ke belakang, begitu pun posisi depan. Mereka harus tetap d posisi masing-masing. Sampai mendapat poin, kemudian berpindah tempat. Jadi saya mengembangkan apa yang diterapkan Koh Chris.”

Baca juga: Persaingan Liverpool Dan Chelsea: Siapa Kuasai Tkhta Eropa ?

Bagi Herry, pola itu tidak hanya diterapkan pada saat latihan, tapi saat persiapan turnamen dan kejuaraan penting sekelas Olimpiade.

“Kami kan selalu bawa sparring setiap kejuaraan penting. Apalagi nanti pas Olimpiade di Jepang, tidak jauh. Jadi masih bisa diterapkan,” demikian pelatih yang dijuluki Coach Naga Api oleh fans tersebut.

Baca Juga :  Borneo FC Bidik Poin Penuh di Kandang Persija demi Jadi Runner-up Shopee Liga 1 2019

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *