Pembalap Andrea Iannone Tersandung Kasus Doping dan Dihukum 18 Bulan

Sundulgol – Jakarta, Di tengah kondisi MotoGP yang berantakan karena wabah corona, nasib Andrea Iannone akhirnya diputuskan. Andrea Iannone dilarang mengikuti atau didiskualifikasi dari balapan selama 18 bulan akibat skandal doping, Kamis (2/4/2020).

Hukuman ini terhitung lebih ringan karena jaksa ingin Andrea Iannoa dihukum selama 48 bulan atau empat tahun.

Pembalap Aprilia ini awalnya berkilah bahwa doping yang dimaksud adalah obat-obatan untuk makanan.

Sebelumnya beredar isu bahwa Iannone harus meminum obat-obatan setelah operasi plastik yang ia lakukan. Namun, pembelaan itu tidak berpengaruh pada keputusan pengadilan.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, langsung menanggapi hasil yang diberikan kepada pembalapnya tersebut.

“Keputusan itu membuat kita bingung dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Andrea Iannone.”

“Para hakim mengakui itikad baik Andrea dan ketidaksadarannya dalam mengkonsumsi doping karena terkontaminasi dari makanan,” buka Massimo Rivola dikutip dari GPone.com.

“Karena alasan ini, hukuman yang dijatuhkannya tidak masuk akal dan harusnya Andrea dibebaskan,” dia menambahkan.

 “Kami ingin Andrea mengendarai Aprilia RS-GP, kami ingin selalu ada di sampingnya hingga kasus ini selesai dan kami akan mendukungnya dalam pembelaannya,” kata Massimo Rivola.

Baca Juga :  Jadwal Pertandingan Sore ini, PSM Makassar Menjamu Tira Persikabo Dengan Penuh Beban

Sementara itu, wabah corona masih membuat kalender MotoGP 2020 berantakan dan sampai saat ini belum jelas kapan dimulai.

Iannone

Jika balap perdana MotoGP 2020 semakin diundur, maka kalender balap akan semakin padat.

Konsekuensi lainnya adalah jadwal MotoGP 2021 akan turut terganggu.

Untuk mengatasi masalah ini, bos Dorna Sports Camelo Ezpeleta mengaku akan mengurangi jumlah seri MotoGP 2020.

Jika tidak ada perubahan, MotoGP 2020 direncanakan dimulai di Sirkuit Le Mans, Prancis, pada 17 Mei dan berakhir di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 29 November mendatang.

Namun, mengingat pandemi corona yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, MotoGP Prancis dan MotoGP Italia bisa jadi akan ditunda.

Carmelo Ezpeleta menjelaskan bahwa Dorna Sports belum bisa memastikan kalender pasti balapan sebelum situasi dunia benar-benar jelas.

“Ini akan sangat bergantung pada kapan kami bisa memulai lomba. Ada yang mengatakan, setidaknya menggelar 13 lomba. Tapi, itu tidak benar,” kata Carmelo Ezpeleta dilansir GridOto.com dari GPOne.

“Kami akan menggelar lomba sebanyak yang bisa kami lakukan, tanpa memberi tekanan lebih besar pada akhir musim ini yang sudah cukup padat,” katanya menambahkan.

Baca Juga :  Messi : Barcelona Harus Mengubah Gaya Bermainnya

Carmelo Ezpeleta tak ingin MotoGP 2020 mengganggu persiapan dan jalannya MotoGP 2021.

“Saya tegaskan, ini sangat bergantung pada kapan kami bisa memulai musim ini. Kami juga bisa memangkas lomba agar tahun depan berjalan normal,” Ezpeleta menjelaskan.

“Kami akan melihat bagaimana situasi, karena seluruh dunia tak akan sama setelah virus ini berakhir. Yang terpenting sekarang, kita bisa bangkit kembali,” ujar Ezpeleta.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *