Indra Sjafri: Indonesia Harus Bersatu Perangi Virus Corona

Rekam jejak Indra Sjafri di timnas usia muda tak perlu diragukan. Ia pernah mencicipi gelar juara Piala AFF saat menangani Timnas U-19 dan Timnas U-22.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, ikut tergerak untuk memberikan seruan menyusul merebaknya virus Corona di hampir penjuru dunia, termasuk Tanah Air. Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu bersatu untuk memerangi penyebaran Covid-19.

“Virus ini tidak memengaruhi hanya dari segi sepak bola, tapi dari semua manusia yang ada di dunia ini pasti merasa prihatin dengan virus ini. Karena tidak hanya sepak bola jadi imbasnya, ini nyawa bisa hilang,” ujar Indra Sjafri.

Indra Sjafri meminta masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah seperti beraktivitas dari rumah dan social distancing alias menjaga jarak satu sama lain. Pria berusia 57 tahun itu beranggapan cara tersebut efektif untuk menekan wabah virus Corona.

“Jadi saya imbau kita harus satu komando karena kita hidup di zaman pemerintahan, bukan di zaman nabi. Apa yang disampaikan pemerintah kita harus patuh,” kata mantan pelatih Timnas Indonesia U-22 tersebut.

Baca Juga :  Draymond Green Bicara Tentang Perpanjangan Kontrak Dan Kevin Durant

“Harus dilakukan¬†social distancing.¬†Kalau saya di timnas mau lawan Thailand kelihatan lawannya. Kalau ini virus tidak bisa dilihat, perlu kebersamaan, perlu kita menjaga kesatuan, menjaga komunikasi,” jelas¬†Indra Sjafri.

Indra Sjafri juga mengingatkan masyarakat untuk menghapus perbedaan dalam menghadapi virus Corona. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dapat dicegah.

“Jangan juga ada yang membuat kacau. Ini harus bersatu padu, loh. Tidak bisa ada lagi golong-golongan, tak ada lagi agama satu, dan lainnya. Soalnya ini nyawa taruhannya,” tutur Indra Sjafri.

“Ini bukan masalah kecil loh. Jadi kita tidak usah mikirin yang lain dahulu. Jadi yang dipikirin bagaimana virus ini penyebarannya bisa kita putus mata rantainya bareng-bareng,” ucapnya.

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) kembali bertambah pada Minggu (22/3). Jumlah pasien positif corona bertambah 64 orang, sehingga total pasien corona menjadi 514 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia dan sembuh juga bertambah. Korban meninggal bertambah menjadi 10 orang, dan total mencapai 48 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 9 orang menjadi 29 orang. 

“Ada penambahan kasus baru sebanyak 64 orang. Sehingga total kasus adalah orang 514 orang,” ucap juru bicara pemerintah Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta yang disiarkan langsung, Minggu (22/3).

Baca Juga :  Sebelum Hadapi PSIS, Bali United Akan Ditantang Oleh Timnas Indonesia U-22

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *