Karel Abraham Merasa Diperlakukan ‘Tak Manusiawi’ Oleh Pihak Avintia Racing

Sundulgol,com, Makasar – Drama kiprah karier Johann Zarco di MotoGP menemui babak baru. Ia disebut-sebut sebagai penyebab pensiunnya Karel Abraham yang diperlakukan ‘tak manusiawi’ oleh tim Avintia Racing.

Kabar pensiunnya Abraham diumumkan pertama kali oleh akun Instagram resmi Sirkuit Brno, yang dikelola ayah Abraham pada Sabtu (23/11/19) kemarin, meski belum terdapat pernyataan resmi dari tim Avintia Racing sendiri.

Namun kabar tersebut diperkuat oleh Abraham yang merasa sakit hati dengan perlakuan ‘tak manusiawi’ dari timnya tersebut, lantaran mendepaknya melalui sebuah e-mail yang memaksanya pensiun dari MotoGP.

Baca juga : Real Madrid Ajukan Tawaran Untuk Milan Skriniar

“Pada hari Jumat saya mendapatkan e-mail pemutusan kontrak dari pengacara tim Avintia menggunakan bahasa Spanyol, dan itu sangat menjengkelkan karena komunikasi biasanya dilakukan menggunakan bahasa Inggris,” kata Karel Abraham, dilansir dari berita MotoGP laman GP One.

“Mulai musim depan saya tidak akan membalap di MotoGP, padahal saya 100 persen yakin memiliki kontrak penuh dengan mereka. Kami akan membicarakannya, tapi yang jelas saya tak akan lagi bergabung dengan tim tersebut karena saya merasa sakit hati,” lanjutnya.

Baca Juga :  Final Copa del Rey vs Barcelona, Valencia Andalkan Kiper Anti-Messi

Baca juga : Kemenangan Lazio Di Markas Sassuolo

Pemecatan yang dilakukan oleh tim Avintia Racing pun dipercaya merupakan salah satu strategi tim satelit anyar Ducati tersebut untuk mendapatkan Johann Zarco.

Zarco hingga saat ini nasibnya tak menentu usai memutuskan untuk berpisah dari KTM dan menjadi rider utama tim LCR Honda, menggantikan Takaaki Nakagami hingga akhir musim 2019 lalu.

Johann Zarco sendiri masih belum membuat keputusan secara resmi apakah bergabung dengan Avintia Racing atau justru akan turun kasta dan memperkuat tim Moto2, Marc VDS.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *