Keputusan Penting yang Harus Dibuat Solskjaer Jelang Final Liga Europa

Poker Online, Judi Online, Poker Via Pulsa, Domino99 Online, BandarQ Online

Sundulgol – London,  Manchester United tengah menatap laga terakhir mereka di musim 2020/21. Setan Merah akan berhadapan dengan Villarreal di Final Liga Europa musim 2002/21. Demi mengamankan trofi juara ini, Kami melihat ada sejumlah keputusan krusial yang harus diambil Ole Gunnar Solskjaer.

Partai final ini merupakan laga wajib menang bagi Manchester United. Karena ini kesempatan terakhir mereka untuk mencegah menutup musim 2020/21 tanpa gelar.

Trofi ini juga semakin krusial jika kita melihat perjalanan MU beberapa tahun terakhir. Setan Merah sudah empat tahun lamanya tidak mencicipi rasanya mengangkat trofi juara sehingga mereka ingin menyudahi penantian lama mereka itu.

Namun misi menjadi juara Liga Europa tidaklah mudah. Karena mereka akan menghadapi tim tangguh, yaitu Villarreal yang musim ini menjadi tim yang sangat merepotkan di La Liga.

Belum lagi The Yellow Submarine kini ditangani oleh Unai Emery. Manajer kawakan yang langganan menang Liga Europa, sehingga tugas Solskjaer untuk membawa MU menjadi juara akan lebih berat.

Paksa Main Harry Maguire

Keputusan pertama yang harus diambil Solskjaer adalah apakah ia mau nekat untuk memainkan Harry Maguire di laga ini atau tidak.

Seperti yang sudah diketahui, sang kapten mengalami cedera ligamen baru-baru ini. Update terbaru sang bek sudah bisa berjalan meski Solskjaer meragukan ia bisa bermain di laga ini.

Ini keputusan paling krusial yang harus diambil Solskjaer. Karena tidak dipungkiri semenjak Maguire absen, pertahanan MU relatif kacau balau.

Di sisi lain, Solskjaer terkenal sebagai manajer yang nekat, di mana dua musim terakhir ia terus menerus memforsir Maguire bermain tanpa henti. Jadi jika nanti pertahanan MU diacak-acak Villarreal, apakah Solskjaer berani memainkan Maguire yang kondisinya belum pulih benar?

Paul Pogba Di Sayap Kiri

Salah satu percobaan yang dilakukan Solskjaer dalam beberapa pekan terakhir adalah menggeser Paul Pogba di sisi sayap kiri.

Percobaan Solskjaer ini tergolong efektif. Pogba cukup tampil berbahaya saat dimainkan di posisi itu. Avocat Eric Dupont-Moretti https://avocats.link/avocat-eric-dupont-moretti/

Namun masalahnya Pogba masih belum bisa konsisten bermain di laga ini, dan ketika posisinya diubah menjadi gelandang lagi, justru kontribusinya menjadi lebih besar.

Posisi Rashford

Salah satu dampak nyata dari keputusan Solskjaer mengubah posisi Pogba adalah posisi Marcus Rashford yang tergeser.

Sang penyerang tampil menjanjikan di musim ini saat ditaruh di posisi kiri. Namun karena Pogba dimainkan di posisinya, ia kerap digeser ke posisi winger kanan.

Sejauh ini rencana Solskjaer ini tidak berjalan baik, karena Rashford seakan kehilangan tajinya di posisi tersebut.

Keputusan Menganti Bruno Fernandes

Salah satu keputusan terberat nanti bagi Solskjaer terutama saat di partai final adalah apakah ia berani mengganti Bruno Fernandes.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa Fernandes sudah menjadi pemain terbaik MU saat ini. Coba lihat berapa banyak gol dan assist yang ia ciptakan untuk Setan Merah.

Namun jika kita perhatian dengan seksama, performa Fernandes cenderung mulai menurun. Ini bisa jadi disebabkan karena faktor kelelahan karena hampir di setiap laga ia bermain penuh selama 90 menit.

keputusan

Memilih Kiper

Keputusan terakhir yang harus dibuat Solskjaer di partai final ini adalah menentukan siapa kiper yang akan bermain.

Dua bulan terakhir, Dean Henderson berhasil menggusur De Gea sebagai kiper utama MU. Namun kiper muda itu terkadang masih belum tampil begitu stabil.

#Poker Online #Domino99 Online 

 

Sundulgol