Wanita Yang Dikenal Blue Girl Tewas Bakar Diri, FIFA Desak Iran Izinkan Wanita ke Stadion

SundulGol.com, Jakarta – Seorang wanita di Iran, yang dikenal sebagai Blue Girl, bunuh diri dengan cara membakar dirinya sendiiri. Hal itu di sebabkan karena takut dipenjara setelah ketahuan menonton pertandingan sepak bola di stadion. FIFA juga mengkritik Iran.

Pada hari Senin 9 September, Sahar Khodayari yang berusia 29 tahun meninggal dunia seminggu setelah kejadian membakar diri. Aksi nekat tersebut di lakukannya karena takut dipenjara setelah kepergok menonton pertandingan sepak bola di stadion.

Sejak tahun 1979 Iran telah melarang wanita menonton pertandingan olahraga pria di stadion. Alasannya karena wanita yang datang ke stadion untuk menonton pertandingan olah raga tersebut dianggap mengamati alat kelamin pria disana.

Baca Juga: Sergio Ramos Meminta Izin Untuk Meninggalkan Real Madrid

Khodayari sendiri ditangkap di stadion pada bulan Maret. Saat menunggu persidangan, wanita yang menyamar sebagai pria saat memasuki stadion itu kabarnya mendengar hukuman penjara menunggunya, sehingga dirinya merasa ketakutan dan akhirnya nekat melakukan aksi bunuh diri dengan membakar diri.

Baca Juga :  LaLiga : Barcelona Bungkam Villarreal 4-0, Ansu Fati Tampil Gemilang

Khodayari menderita 90% luka bakar dan akhirnya meninggal di rumah sakit Teheran. Insiden tersebut membuat dunia International menjadi gempar. Banyak yang memprotes Iran, termasuk FIFA, agar dapat memberi wanita kebebasan untuk menonton sepakbola di stadion.

Menurut informasi yang diberikan oleh Reuters, FIFA segera mengirim surat kepada Federasi Sepak Bola Iran mengenai masalah ini. Dalam surat ini, Presiden FIFA Gianni Infantino meminta Iran untuk segera mencabut larangan kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cetak Empat Gol Hancurkan Lithuania

“Meskipun kami menyadari tantangan dan kepekaan budaya, kami hanya perlu terus membuat kemajuan di sini, tidak hanya karena kami berutang kepada wanita di seluruh dunia, tetapi juga karena kami memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, di bawah prinsip paling dasar yang diatur dalam Statuta FIFA, “Infantino menulis dalam suratnya kepada Presiden FFIRI, Mehdi Taj, Selasa (10/09) waktu setempat.

“Saya akan sangat berterima kasih jika Anda memberi tahu FIFA tentang langkah konkret yang akan diambil oleh FFIRI dan otoritas Iran untuk memastikan bahwa semua wanita Iran dan asing yang ingin membeli tiket dan menghadiri pertandingan”, kata FIFA.

Baca Juga :  Banyak Peminat, Juventus Mulai Mematok Harga Untuk Paulo Dybala

Iran menghapus peraturannya tahun lalu, tetapi hanya sementara. Sekarang, kematian Khodayari sekali lagi menempatkan Iran dalam sorotan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *