Lucas Biglia : Italia Abaikan Aturan dan Remehkan Virus Corona atau COVID-19

Sundulgol-Milan, Gelandang AC Milan, Lucas Biglia, menyesalkan sikap awal seluruh elemen di Italia dalam menghadapi wabah virus corona atau COVID-19. Menurut Biglia, Italia remehkan virus corona dan mengabaikan aturan.

Sejauh ini, Italia menjadi salah satu negara terparah di dunia yang terkena dampak dari pandemi virus corona. Hingga kemarin (16/3/2020), lebih dari 21 ribu orang positif terinfeksi virus tersebut.

Pemain asal Argentina ini berbicara mengenai perasaannya ketika harus menjalani kehidupan di Italia setelah negara tersebut melakukan lockdown atau penguncian total demi meredam penyebaran virus corona.

“Mereka bukan hanya menganggap remeh masalah itu, tapi orang-orang di sini juga mengabaikan aturan. Kami telah sampai di ambang kehancuran,” ujar Biglia kepada CNN Radio, seperti dilansir Sportevai.

“Sampai hari ini para dokter bekerja tanpa lelah. Banyak orang meninggal bukan saja karena virus ini, namun juga mereka yang menderita penyakit lain tidak bisa mendapat perawatan sebagaimana mestinya, karena virus corona, orang-orang dengan penyakit lain dikesampingkan,” Lanjut Lucas.

Sekarang, mantan pemain Lazio ini hanya berharap kepulihan kondisi kesehatan masyarakat di Italia. Biglia menekankan bahwa sepak bola bukan hal utama yang harus dipikirkan untuk saat ini.

Baca Juga :  4 Petenis yang Patut Disorot pada Prancis Terbuka 2019

Sepakbola merupakan olahraga di mana banyak kepentingan dipertaruhkan, namun saat ini terdapat prioritas yang lain,” katanya.

“Para pemain mesti menegakkan kepala dan menyatakan sepak bola harus dihentikan, karena kami tidak kebal,” tutur pemain berusia 34 tahun tersebut.

Sementara, Asmir Begovic menceritakan bagaimana keadaan kota Milan setelah diisolasi akibat virus corona. Kiper AC Milan itu menyebut keadaan kota sangat mencekam usai lock down.

Italia menjadi negara yang terburuk terdampak virus corona setelah China. Pasalnya ada lebih dari 24 ribu yang terinfeksi dan hampir dua ribu orang tewas.

Itu sebabnya Milan dan beberapa kota Italia diisolasi sejak 8 Maret 2020 lalu. Seluruh kegiatan yang melibatkan publik termasuk sepak bola ditiadakan setidaknya hingga April mendatang.

“Jalanan sangat sepi, yang buka hanya supermarket. Kita hanya boleh membeli makanan sedikit dan pulang lagi, ini sangat gila,” kata Begovic.

“Orang-orang bilang suasananya seperti di film dan itu memang benar. Italia sangat terpuruk karena banyak kematian dan orang terinfeksi virus corona,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :  Rade Krunic Resmi Gabung AC Milan
Lucas

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *