Persija : Marko Simic Minta Gaji Yang Terlalu Mahal Untuk Ukuran Sepak Bola Indonesia

Sundulgol.com – Jakarta, Kabar terbaru dari negosiasi perpanjangan kontrak Marko Simic dengan Persija Jakarta berlangsung alot. Pasalnya, kedua belah pihak masih belum menemukan kata sepakat.

Kabarnya, Simic meminta kenaikan harga kontrak yang nilainya sungguh fantastis. Tapi, manajemen Persija berusaha terus menawarnya.

“Lagi seru dan alot. Biasa hukum dagang. Kalau peminatnya banyak, harga jual pasti mahal. Begitu kan.” kata CEO Persija, Ferry Paulus.

“Kalau masalah angka perpanjangan kontrak Simic, itu rahasia. Nanti ketahuan,” katanya menambahkan.

Kenaikan kontrak yang diminta Simic merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja. Kontribusinya untuk Persija sangat signifikan. Pada musim ini, Simic telah membukukan 23 gol bagi Macan Kemayoran. Teraktual, pemain berusia 31 tahun itu menyumbangkan dua dari empat gol Persija ke gawang Persela Lamongan.

Baca Juga : Semangat Setelah Kalahkan Arema 3-0, Persib Bandung Puji 2 Pemain Barunya

“Karena dia itu top scorer Liga 1 2019 dan menjadi bagian penting dari setiap gol-gol Persija yang ada. Menurut saya wajar saja,” imbuh Ferry.

Macan Kemayoran tentu tidak ingin kehilangan penyerang asal Kroasia itu pada akhir musim. Kontrak Simic bersama Persija yang dimulai pada 2018 akan kedaluwarsa pada Desember 2019. Namun, hingga kini kedua belah pihak belum menemui titik terang mengenai perpanjangan kontrak.

Ferry Paulus menerangkan pihaknya menyodorkan perpanjangan kontrak dua musim untuk Simic. Sayangnya, gaji yang diminta Simic masih terlampau mahal untuk ukuran sepak bola Indonesia.

“Bukan tak terjangkau yah… Jangan salah. Belum ada kata sepakat dan belum pas dengan angka itu. Banderol Simic belum pas untuk ukuran pemain bola di Indonesia,” ujar Ferry.

Baca Juga : Berkat David Da Silva, Kini Persebaya Surabaya Perlahan Mulai Bangkit

Ferry juga tidak tahu apabila Simic dibidik klub lain. Sebab, pemain asal Kroasia itu tidak pernah menceritakan hal itu kepadanya.

“Tidak ada pembicaraan soal itu. Dia juga tidak membandingkan kalau dia dapat tawaran dari yang lain. Negosiasi yang kami jalin baik melalui agen ataupun yang bersangkutan, lebih ke tatanan, ‘saya mau seperti ini, Persija punya platform seperti ini’. Belum ketemu itu saja,” imbuh Ferry.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *