Solskjaer mengakui Manchester United lelet dalam Pemain Membeli

Sundulgol.com,bandung – Ole Gunnar Solskjaer mengatakan kegiatan transfer sedikit klub asuhannya, Manchester United, di musim panas. Dia mengatakan bahwa manajemen sedikit lambat dalam melakukan pembelian pemain.

Klub berjuluk The Red Devils direkrut tiga pemain baru di bursa transfer musim panas lalu. Uang yang dihabiskan cukup besar, yaitu 159 juta euro.

Harry Maguire menjadi yang paling mahal pemain Manchester United musim ini. Seperti diketahui, pemain tim nasional Inggris dari Leicester City itu diboyong dengan mahar mencapai 87 juta euro.

Aaron Wan-Bissaka pembelian Crystal Palace dapat dikatakan besar, dengan mahar 55 juta euro. Yang paling murah adalah Daniel James, yang dibeli dari Swansea City selama 17 juta euro saja.

baca juga :Sisa Laga Pertandingan Perebutan 5 Besar, Bhayangkara FC Siap Jegal Persija Jakarta

Memperlambat di Pemain Membeli
Mengingat bursa transfer musim panas lalu, Manchester United benar-benar memiliki won dua dari tiga rekrutan terbaru pada awal jendela transfer. Tapi nama-nama besar baru yang terkait dengan mereka menjelang penutupan.

Maguire itu sendiri hanya dapat diperoleh sekitar satu-dua minggu sebelum jendela transfer ditutup Inggris. MU juga dikaitkan dengan beberapa nama seperti Paulo Dybala, tapi kepindahannya dari Juventus gagal direalisasikan.

kegiatan transfer Solskjaer ofensif klub kecil ini dinilai sedikit terlambat. “Kita sudah memiliki gagasan yang jelas tentang skuad yang diinginkan pada bulan Juni-Juli,” kata pria asal Norwegia dikutip di Goal International.

baca juga :Milwaukee Bucks Hajar New York Knicks Hingga Selisih 44 Poin

“Harapannya bisa diselesaikan sesegera mungkin. Dengan Harry [Maguire] masuk, Romelu [Lukaku] keluar, itu terlambat. Kita sudah punya rencana sekarang,” lanjutnya.

Rencana Menjalankan Lambat
Transfer masalah sendiri membuat pelatih Manchester United sebelumnya, Jose Mourinho, yang terlibat masalah. Karena banyak pemain yang ingin tidak diimpor, sehingga klub menelan banyak kekalahan dan berakhir pada pemecatannya.

Solskjaer nasib sekarang hampir mirip dengan yang dialami oleh Mourinho yang dulu. Tapi dia bersikeras dia tidak merasakan rasa takut itu.

“Bagi saya, dengan Man United, kami punya rencana dan harapan untuk mendapatkan hasil agar lebih cepat. Kadang-kadang rencana tidak berjalan sesuai kecepatan yang diinginkan, tapi masih di jalur yang benar,” tambahnya.

“Saya tahu bahwa saya memiliki nilai dan keyakinan. Klub ini memiliki nilai-nilai dan keyakinan dan saya tahu bahwa kami telah membentuk keputusan ini bersama-sama,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *