Para Kiper Arema FC Perlu Waktu Berproses

Sundulgol.com jakarta – Pelatih Kiper Arema FC, yanuar Hermansyah, angkat bicara soal kebutuhan anak asuhnya agar bisa kian matang. Menurutnya,hal terpenting yang diperlukan Kurniawan Kartika Ajie dan kawan- kawan untuk bisa berkembang adalah waktu untuk berproses.

“Sebetulnya, tidak ada kesulitan dalam menjadikan mereka lebih baik Secara Kualitas, mereka semua sudah punya dasar yang sangat baik,” ucap Yanuar.

“Namun, semua kan perlu waktu untuk berproses. Tidak ada hal yang secara instan bisa dilakukan.Proses ini pun harus melakukan pertandingan. Inilah yang membuat mereka bisa matang.”

Baca Juga:Lucunya Luis Suarez, Minta Penalti Saat Kiper Lawan Sentuh Bola Pakai Tangan

Penampilan para penjaga gawang Arema FC pada musim ini mendapat sorotan. Pada awal musim ini, gawang Arema terlihat sangat mudah kebobolan. Dalam tiga pertandingan, gawang mereka sudah tujuh kali bobol.

Dari tujuh gol yang bersarang ke gawang Arema, lima di antaranya terjadi ketika Ajie bertugas. Sementara, dua gol lainnya tercipta ke gawang Utama Rusdiyana.

Baca Juga :  Pelatih Baru Juventus Pegang Keputusan Gaet Paul Pogba dan Chiesa

Lima gol yang bersarang ke gawang Ajie terjadi dalam dua pertandiang. pada laga pertama, kontra PSS Sleman, gawang Ajie bobol tiga gol kemudian, pada laga kedua, kontra Borneo FC, ia dua kali harus memungut bola dari gawangnya. Sementara, dua gol ke gawang Utama terjadi pada laga kontra Persela Lamongan.

Sudah Berkembang Dibanding Musim Lalu Yanuar mengaku tak terlalu risau dengan perkembangan anak asuhnya. Menurut pelatih yang karib disapa Begal tersebut,para penjaga gawang Arema FC dinilai sudah menunjukkan perkembangan pesat dibanding musim lalu.

“Tentu sudah ada perkembangan pesat, terutama dibanding dengan musim lalu,” kata Begal.

“Pada hal pengambilan keputusan misalnya. Musim lalu, mereka masih kerap ragu mengambil keputusan. Sementara, musim ini, mereka sudah berani dalam mengambil keputusan.”

Beber Penyebab Mudah Kebobolan Begal pun membeber alasan di balik mudahnya gawang Arema bobol. Menurutnya, petaka ini bukan semata kesalahan anak asuhnya.

“Publik juga harus Fair dalam menilai. Jangan cuma dilihat bagian perbagian saja. Harusnya dilihat juga proses terjadinya gol ini terjadi baru bisa memberi penilaian yang lebih menyeluruh,” tutur pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Baca Juga :  Chelsea Berlakukan Denda untuk Tingkatkan Disiplin

Baca Juga:Coutinho Cuma Kurang Percaya Diri Saja di Barcelona

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *