Paul Pogba Kesal dengan Taktik Arsenal, Setelah Man United Kalah di Old Traford

Sundulgol –Jakarta, Gelandang Manchester United, Paul Pogba, kesal dengan peragaan taktik Arsenal saat timnya dibekap 0-1 dalam lanjutan Liga Inggris 2020/2021, Minggu (1/11/2020) malam WIB.

Pierre-Emerick Aubameyang menjadi mimpi buruk Manchester United karena gol tunggalnya menambah catatan kekalahan Setan Merah menjadi tiga kali musim ini.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bikin Manchester United kepayahan. Eksperimennya dengan memainkan tiga gelandang sejajar, yakni Mohammed Elneny, Thomas Partey, dan Bukayo Saka ternyata berbuah hasil.

Mengenai perubahan taktik tersebut, Paul Pogba tak sungkan untuk memujinya, namun kesal pada saat bersamaan.

“Kami seharusnya bisa berbuat lebih. Tapi kami tak menyangka Arsenal bahkan menerapkan man-to-man marking. Saya dan Bruno Fernandes berpikir keras bagaimana caranya keluar. Itulah mengapa kami gagal menciptakan peluang,” kata Pogba.

“Setelah terhindar dari kebobolan pada babak pertama, seperti saya bilang, detail-detail kecil yang bikin Arsenal menang, mereka sangat solid dan menunggu kami melakukan kesalahan. Manchester United harus lebih baik setelah laga ini,” katanya lagi.

Akui Buat Kesalahan Bodoh

Tak bisa dimungkiri, Paul Pogba adalah biang kekalahan Manchester United atas Arsenal di laga lanjutan Premier League hari Minggu (1/11/2020). Gelandang asal Prancis itu pun mengakui kesalahannya.

Baca Juga :  Prediksi Bola Dortmund Vs Tottenham Hotspur - 06 Maret 2019

“Kami tahu bahwa itu adalah performa yang buruk. Saya sendiri, saya tidak bisa membuat pelanggaran semacam ini,” buka Pogba.

“Saya pikir saya bisa menyentuh bola namun nyatanya tidak. Saya membuat kami kebobolan hari ini melalui penalti. Seperti yang saya katakan, detail. Kami harus lebih baik, tim, saya sendiri, dimulai dari saya.”

Paul Pogba kemudian menyalahkan kondisi fisiknya. Ia mengaku bahwa dirinya kehabisan tenaga dan gara-gara itu, terjadilah pelanggaran fatal terhadap Bellerin di kotak penalti.

taktik arsenal

“Saya merasa telah menyentuh bola sedikit, saya tahu saya berada di kotak penalti, seharusnya saya tidak memberikan penalti seperti itu,” tambahnya.

“Mungkin saya sedikit kehabisan nafas, itu membuat saya melakukan kesalahan yang bodoh. Saya akan belajar dari kejadian itu. Saya bukan yang terbaik saat bertahan di kotak penalti, tapi saya bisa memperbaikinya,” tutupnya.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *