Lionel Messi Setuju Pemotongan Gaji karena Pandemi Virus Corona Covid-19

Sundulgol – Barcelona, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu menepis kabar yang menyebut Lionel Messi menolak pemotongan gaji. Bartomeu menyatakan setiap pemain Barcelona setuju untuk menerima potongan gaji sebesar 70 persen agar klub bisa membayar hak semua karyawan.

Semua inti permasalahan ini datang dari kompetisi yang ditangguhan akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Keuangan setiap klub termasuk Barcelona terganggu karena tidak ada pemasukan, sehingga keputusan pemotongan gaji pun diterapkan pemerintah Spanyol agar tidak ada tim yang bangkrut.

“Messi mengatakan kepada saya, dia tahu pemotongan ini perlu dilakukan,” ujar Bartomeu seperti dilansir Sportskeeda.

Virus corona telah menjadi pandemi di seluruh dunia sejak ditemukan di Tiongkok Desember lalu. Menurut data New York Times, Selasa (31/3/2020) ada 770.600 orang dinyatakan positif terjangkit dengan 37.042 meninggal dunia.

Italia menjadi negara terparah di Eropa yang terpapar virus corona. Ada 101.739 kasus dengan 11.591 orang meninggal dunia di sana. Spanyol berada di urutan kedua dengan 85.195 kasus dan 7.340 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  Ronaldo Rebut Trofi ke-31, Jumlahnya Masih Kalah dari Messi

Pandemi virus corona pun membuat otoritas sepak bola Eropa, UEFA menghentikan kompetisi termasuk Liga Spanyol. Alhasil, klub-klub pun kini seperti mati suri.

Ketiadaan kompetisi membuat klub kehilangan pemasukan. Beberapa klub termasuk Barcelona pun berinisiatif memotong gaji pemainnya.

pemotongan

Pernyataan Bartomeu dikeluarkan merespon unggahan Messi di akun instagram. Messi menyebut, para pemain tidak keberatan gajinya dipotong.

Namun Messi yang juga kapten tim menilai ada perlakuan klub yang dianggap kurang adil kepada para pemian. Pasalnya, negosiasi mengenai besaran pemotongan gaji masih berlangsung.

Bartomeu tidak memungkiri ada kesalahpahaman antara para pemain dan pihak klub. “Mungkin para pemain frustasi dengan apa yang dikatakan orang-orang di dalam maupun di luar klub, yang tidak punya informasi yang utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Barcelona disebut-sebut bakal rugi sekitar 200 juta euro Rp 1,8 triliun lantaran pandemi virus corona. Itu lantaran Barcelona kabarnya kehilangan pemasukan dari beberapa sektor.

Sektor-sektor itu antara lain penjualan tiket, hak siar, bonus lolos kualifikasi Liga Champions, dan penjualan cenderamata. Barcelona juga akan kehilangan sekitar 20 juta euro andai UEFA memutuskan tidak lagi melanjutkan Liga Champions musim ini.

Baca Juga :  Calon Presiden Barcelona Yakin Lionel Messi Bakal Bertahan di Barcelona

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *