Hasil Investigasi Kematian Diego Maradona: Tidak Dirawat Maksimal

Sundulgol – Jakarta,  Jaksa San Isidro, Argentina, mengklaim mendiang Diego Maradona tidak dirawat maksimal atau tidak menerima peraawatan perawatan yang tepat. Jaksa menyebut sang legenda tidak minum obat apa pun untuk penyakit jantungnya.

Maradona meninggal karena henti jantung pada usia 60 tahun, 25 November lalu. Pengacara Maradona sebelumnya telah mencurigai ada sesuatu yang salah ketika sang legenda dirawat setelah menjalani operasi kepala.

Menurut La Repubblica, hasil investigasi pertama telah dipublikasikan pada Minggu (6/12/2020).

“Tidak ada yang merawat pasien, kami dihadapkan pada perilaku bersalah para dokter dalam kasus pengabaian yang serius,” klaim Jaksa San Isidro dikutip dari Football Italia.

“Pasien tidak dipantau, tidak dalam pengawasan medis berkelanjutan untuk kondisinya. Dia tidak minum obat apapun untuk penyakit jantungnya,” imbuhnya.

“Tanpa ragu, dokternya adalah Dr. Leopoldo Luque. Dia mengoordinasikan perawatan di rumah sakit yang sangat buruk dan tidak terorganisasi dengan baik.”

Menurut La Repubblica, para penyelidik yakin Luque adalah bagian dari tim yang melakukan operasi otak Maradona 20 hari sebelum kematiannya, tetapi dia tidak melakukannya secara langsung.

Baca Juga :  Keinginan Terbesar Kylian Mbappe Gabung Real Madrid

Diego Maradona didefinisikan sebagai pasien yang sulit. Tetapi, jaksa menegaskan bahwa dia harus dirawat sesuai dengan prosedur meski di luar keinginannya.

tidak dirawat

Tim Medis Lelet

Sebelumnya, pengacara sekaligus agen Diego Maradona, Matias Morla, mendesak diadakan investigasi atas kematian kliennya. Ia menilai tim medis bergerak lambat memberikan pelayanan kesehatan.

Berdasarkan cerita Morla, Diego Maradona sempat mendapatkan perawatan selama 12 jam. Namun selama itu pula ia mendapatkan informasi bahwa pelayanan tim medis sangat lelet.

“Berdasarkan informasi yang saya dapat, sulit untuk dipercaya bahwa selama 12 jam, Diego Maradona tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak dari personel tim medis,” ujar Morla.

“Ambulans datang 30 menit, sungguh kejahatan yang bodoh. Fakta ini tidak boleh dibiarkan, dan saya meminta agar dilakukan investigasi.”

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *