Ajukan Banding, Persebaya Surabaya Berharap Ada Keringanan Sanksi

Sundulgol.com – Surabaya – Manajemen Persebaya Surabaya berusaha mengirim surat banding kepada komite banding (Komding) PSSI. Mereka berharap mendapatkan keringanan sanksi setelah peristiwa kerusuhan suporter usai menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Itu merupakan imbas kerusuhan suporter setelah laga Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019). Bonek kecewa melihat Persebaya kalah 2-3 pada laga pekan ke-26 Shopee Liga 1 2019 itu.

Pada laga itu, Bonek menyalarakan flare dan smoke bomb. Suporter dengan warna kebesaran hijau itu juga membakar dan merusak beberapa properti setelah bangku cadangan, gawang, hingga lintasan lari.

Yang jadi persoalan adalah Bonek tidak menyerang pemain atau suporter PSS Sleman sama sekali. Mereka merusak fasilitas dan properti stadion sebagai wujud protes kepada manajemen Persebaya.

Baca Juga : Hasil Pertandingan, Klasmen Sementara Dan Jadwal Laga Pekan Ke-27 Shopee Liga 1 2019

Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berat atas insiden tersebut. Persebaya mendapat larangan tanpa penonton pada saat laga kandang dan tandang sampai akhir musim kompetisi 2019 serta denda Rp200 juta.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, menyebut pihaknya menjelaskan kronologi kerusuhan dalam nota banding itu. Dia juga membeberkan langkah yang dilakukan oleh manajemen Persebaya sebelum dan sesudah insiden.

“Pertama, faktanya memang ada kerusuhan di pertandingan lawan PSS, itu tidak bisa dibantah. Publik sudah sangat tahu kalau memang ada peristiwa kekerasan di sana,” kata pria berusia 42 tahun itu.

“Yang kedua, kami memaparkan kepada PSSI bahwa Persebaya Surabaya sudah berusaha menjalankan secara maksimal pertandingan itu dengan baik. Artinya dengan melibatkan ribuan pasukan keamanan dan sebagainya,” imbuh Candra.

Baca Juga : Sambangi Markas Bhayangkara FC, Semen Padang Bawa Pulang 1 Poin

Bertemu dengan Pemkot Dan Polrestabes

Manajemen Persebaya Surabaya juga telah bertemu dengan Pemkot Surabaya selaku pemilik dan pengelola stadion. Dalam pertemuan itu hadir pula pihak Polrestabes Surabaya. Candra mengatakan pihaknya menjamin insiden serupa tidak akan terulang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Pemkot dan Kepolisian. Kami berusaha menjamin bahwa ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Mudah-mudahan dengan poin-poin itu PSSI dan Komite Banding menerima banding dari Persebaya,” ucapnya.

Sanksi denda senilai Rp200 juta tidak akan menjadi masalah, karena selama ini Persebaya sudah sering alami dengan hukuman seperti itu. Namun hukuman tanpa penonton, itu sangat memberatkan karena selama ini manajemen mengandalkan penghasilan dari tiket pertandingan yang dijual.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *