Herry IP Wanti-Wanti Kevin/Marcus Untuk Ubah Pola Pikir

Meski menyandang rekor sebagai ganda putra terlama yang menempati peringkat 1 dunia sejak 2018, Kevin dan Marcus belum bisa berbicara banyak di turnamen mayor seperti Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade.

Herry IP menilai bahwa Kevin/Marcus harus meniru apa yang dilakukan Hendra dan Ahsan meskipun kedua pemain sudah berumur 37 dan 34 tahun.

“Juara Olimpiade dan juara dunia memang belum didapat, tetapi ada baiknya mereka tidak terlalu menggebu-gebu. Pola pikir harus diubah, nikmati setiap momen seperti yang dilakukan oleh Hendra/Ahsan agar beban tidak terasa terlalu berat,” pesan Herry.

“Pasangan 37 tahun dan 34 tahun itu selalu membawa pola pikir menikmati setiap momen yang dijalani,” ungkapnya.

Keberhasilan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon menjadi juara All England membuat Indonesia kembali memiliki juara di nomor ganda putra All England setelah terakhir kali Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi juara pada 2014.

Jika melihat gaya bermain-nya, tidak aneh rasanya Marcus/Kevin mampu melakukannya, pasalnya pasangan ini bisa disebut mempunyai faktor keturunan bulu tangkis.

Baca Juga :  BWF Menunda Jadwal All England 2021 karena ada Pemain yang Positif COVID

Marcus Gideon merupakan anak dari mantan pemain bulu tangkis Kurnia Hu yang saat ini melatih untuk klub Tangkas Jakarta. Sedangkan Kevin Sanjaya yang selalu percaya diri di depan net, merupakan saudara dari salah satu mantan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Alvent Yulianto.

Marcus Gideon sejak belia sudah masuk pembinaan di Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) Cipayung, namun perjalanannya tidak semulus pebulu tangkis lainnya, Marcus harus keluar Pelatnas pada 2013.

Pada saat itu kabar yang beredar menyebutkan bahwa Marcus Gideon merasa kecewa lantaran dirinya dan pasangannya tidak dikirim untuk mengikuti All England. Kekecewaan dia terutama karena justru yang dikirim adalah pasangan yang peringkatnya di bawah.

Meski Marcus yang memiliki karakter emosi meledak-ledak hanya setahun keluar dari Pelatnas. Pada 2014 ia kembali dipanggil oleh PP PBSI untuk masuk ke pelatnas Cipayung.

Sementara itu, Kevin Sanjaya merupakan pemain muda Pelatnas yang dinilai paling prospektif dengan dilengkapi pukulan-pukulan yang dimilikinya sangat lengkap dan menawan, bahkan banyak pegiat bulu tangkis yang menyebutkan bahwa pukulan dan defense dari Kevin Sanjaya ini ajaib karena hampir tidak ada pebulutangkis yang memiliki pukulan sepertinya.

Baca Juga :  Kokona Hiraki Atlet Termuda Dunia Raih Medali Di Olimpiade Tokyo 2020.

Awal kesukaan Kevin Sanjaya di dunia bulu tangkis adalah karena di belakang rumahnya ada lapangan bulu tangkis di mana dia suka melihat dan mulai ikut bermain bersama orang-orang yang bermain di lapangan tersebut.

Sebelum dipasangkan, Marcus yang menginjak usia 26 tahun, lebih dulu dipasangkan dengan Markis Kido pada 2013-2014 dan sempat menjuarai Prancis Terbuka 2013 (Superseries) dan Indonesia Masters 2014 (Grand Prix Gold). Sedangkan Kevin berpasangan dengan Selvanus Geh, mereka berhasil menjuarai Selandia Baru Terbuka 2014 (Grand Prix).

Setelah dipasangkan pada 2015, catatan luar biasa menghinggapi pasangan yang kini menempati peringkat lima dunia tersebut, setelah mendapatkan tiga gelar superseries di Australia Terbuka, India Terbuka dan China Terbuka pada 2016 lalu, All England menjadi gelar pembuka pasangan tanah air di tahun 2017 ini.